4/4/18

Gambar hiasan (Foto: Gary Cameron/Reuters)
ARIZONA – Seorang ibu di Phoenix, Arizona, Amerika Syarikat , ditangkap oleh polis kerana dianggap menyiksa anaknya yang masih berusia remaja. Wanita itu diketahui menggunakan pistol kejut (stun gun) guna membangunkan puteranya untuk pergi ke gereja.
Wanita itu, Sharron Dobbins menggunakan alat tersebut untuk membangunkan puteranya yang berusia 17 tahun untuk mengikuti Ibadah Paskah pada Ahadd2 April dini hari waktu setempat. Mahkamah menjatuhkan dakwaan penyeksaan anak kepada perempuan berusia 40 tahun itu.
Dobbins mengaku mengaktifkan pistol kejut tetapi tidak benar-benar menembakkan kepada puteranya. Meski demikian, polis mengatakan ada dua benjolan kecil di kaki remaja itu yang dipakai sebagai alat bukti untuk menjerat sang ibu.
“Dia memakai gelang di kakinya. Dia ada di bawah hak asuh saya,” kilah Sharron Dobbins, melansir dari KTLA5, Selasa (3/4/2018).
Sharron Dobbins hadir dalam perbicaraan pada Isnin 2 April dengan agenda utama pembacaan sidang. Hakim memutuskan untuk membebaskannya tanpa jaminan meski dengan beberapa syarat. Salah satunya adalah wanita itu dilarang bertemu dengan puteranya hingga perbicaraan pada 16 April.
“Anda dibebaskan, tetapi tidak boleh menghubungi anggota polis yang menangkap anda, dan anda tidak diperkenankan memiliki senjata, termasuk Taser (pistol kejut),” ujar hakim, seperti dikutip dari BBC.
Tersangka mengaku akan membuat semacam perjanjian dengan anaknya agar dia boleh tinggal di tempat lain selama Dobbins menunggu persidangan pada 16 April akan datang. Sementara itu, polis sudah menyita pistol kejut yang dipercayai digunakan oleh wanita itu.